Site icon SMK Muhammadiyah Salatiga

Sosialisasi Program Sekolah

Sosialisasi Program Sekolah Terkait Pencegahan Perundungan dan Tindak Kekerasan di Sekolah

.

SMK (PK) Muhammadiyah Salatiga merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak anti Perundungan/Anti Bullying di Indonesia yang turut menjalankan Program Roots.

.

Kepala sekolah SMK (PK) Muhammadiyah Salatiga, Drs. Muhammad Busri, M. Pd menjelaskan, Program Roots merupakan program global pencegahan kekerasan di kalangan teman sebaya, yang berfokus pada upaya membangun iklim yang aman di sekolah. Program ini dijalankan dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Berpengaruh atau Agen Perubahan. Agen perubahan itu merupakan siswa-siswi yang memiliki pengaruh bagi teman sebaya untuk memberikan contoh agar berperilaku baik, dan menebarkan kebaikan

Pada hari Rabu, 29 September 2021 SMK (PK) Muhammadiyah Salatiga mengadakan sosialisasi gerakan anti bullying dan anti kekerasan di sekolah. Pemateri pada kegiatan ini adalah Bapak Suryono, S. Pd, M. Si selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan Bapak Gunawan Akhyani, S. Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

.

Nantinya, para agen perubahan ini akan diberikan materi terkait pencegahan perundungan selama 10 kali pertemuan. Hasilnya, agen perubahan akan membuat karya promosi anti perundungan berupa puisi, film pendek, poster, lagu, dan karya lainnya yang akan dipamerkan dalam kegiatan Roots day.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang siswa,-perwakilan dari kelas X dan XI- dari berbagai jurusan yang ditunjuk sebagai agen perubahan anti perundungan dan anti kekerasan.

Bapak Suryono, S. Pd, M. Si
Bapak Gunawan Akhyani, S. Pd

Pada kesempatan ini secara berkelompok siswa membuat karya promosi anti perundungan, salah satunya berupa poster tema antibullying. Juara poster ke-1 kelas X TITL, juara ke-2 kelas X TKR 1, juara ke-3 dari kelas X TP 1.

Harapannya, 50 siswa ini bisa menyebarkan virus kebaikan dan manfaat kepada teman lainnya. Sehingga, semua siswa di SMK (PK) Muhammadiyah Salatiga dan anak-anak di kota Salatiga sadar dan tidak melakukan perundungan.

.

(SR)

Exit mobile version