Salatiga – SMK Muhammadiyah Salatiga kembali mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa kelas X, XI, dan XII dari konsentrasi keahlian Desain Produksi Busana, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia pendidikan dan dunia kerja.

FORTASI merupakan agenda tahunan yang tidak hanya berfungsi sebagai masa orientasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan budaya sekolah. Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dari guru, pimpinan sekolah, serta narasumber profesional dari berbagai instansi yang bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah Salatiga.
Bagi siswa kelas X, rangkaian kegiatan diawali dengan materi Kemuhammadiyahan yang memberikan pemahaman mengenai sejarah, nilai perjuangan, serta karakter pelajar Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Materi ini menjadi fondasi bagi peserta didik baru agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti Sosialisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai pengenalan organisasi otonom Muhammadiyah yang menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, kreativitas, serta pengabdian siswa. Selanjutnya, melalui materi Wawasan Wiyata Mandala, peserta dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, hak dan kewajiban siswa, serta pentingnya menjaga lingkungan belajar yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

Memasuki hari kedua, siswa memperoleh penyuluhan mengenai Bahaya Penyalahgunaan NAPZA yang disampaikan oleh tim dari Puskesmas Sidorejo. Dalam sesi tersebut dijelaskan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terhadap kesehatan fisik, mental, maupun masa depan generasi muda. Peserta juga diajak membangun komitmen untuk menjauhi narkoba serta memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.

Masih di hari kedua, sekolah memberikan Sosialisasi Kurikulum yang membahas sistem pembelajaran, struktur kurikulum, asesmen, serta berbagai program unggulan yang akan dijalani siswa selama menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah Salatiga.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan Sosialisasi Konsentrasi Keahlian dan Asesmen Pembelajaran sebagai bekal untuk memahami kompetensi yang akan dipelajari sesuai jurusan masing-masing beserta target capaian belajar. Materi ini diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran yang akan ditempuh selama tiga tahun ke depan.
Hari ketiga juga diisi dengan materi mengenai Dampak Kecanduan Game, yang mengajak siswa memahami pentingnya penggunaan teknologi secara bijak agar tidak mengganggu kesehatan, prestasi belajar, maupun kehidupan sosial. Selanjutnya, Polsek Sidorejo memberikan edukasi mengenai Tertib Berlalu Lintas, meliputi pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara, serta membangun budaya disiplin sebagai pengguna jalan.

Materi pada hari keempat semakin memperkuat karakter kebangsaan peserta didik melalui penyampaian Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Dalam kesempatan tersebut, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, toleransi, serta kesadaran sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Masih pada hari yang sama, peserta mengikuti Sosialisasi Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Salatiga yang memberikan pemahaman mengenai peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan serta berbagai program pengembangan sekolah Muhammadiyah. Sebagai penutup kegiatan hari keempat, siswa mengikuti latihan kesemaptaan bersama personel Yonif 411, yang melatih kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama melalui berbagai latihan dasar.


Rangkaian kegiatan siswa kelas X ditutup pada hari kelima dengan jalan santai yang diikuti seluruh peserta, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan tersebut sebelum acara penutupan FORTASI dilaksanakan secara resmi.

Sementara itu, pelaksanaan FORTASI bagi kelas XI dan XII difokuskan pada penguatan kesiapan memasuki dunia kerja dan dunia industri. Pada hari pertama, siswa mengikuti Sosialisasi DUDIKA (Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja) yang memberikan informasi mengenai perkembangan kebutuhan industri, budaya kerja profesional, serta kompetensi yang harus dimiliki lulusan SMK agar mampu bersaing di dunia kerja.
Kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan Kunjungan Industri, yang membekali siswa mengenai mekanisme pelaksanaan prakerin, etika di tempat kerja, target kompetensi, serta pentingnya membangun sikap profesional selama berada di lingkungan industri.

Pada hari kedua dan ketiga, siswa kelas XI dan XII mengikuti latihan kesemaptaan bersama Yonif 411. Berbagai latihan fisik, pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim diberikan sebagai bekal dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang menuntut kesiapan mental maupun fisik.


Selanjutnya, pada hari keempat, seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah melalui berbagai aktivitas kelompok yang edukatif dan menyenangkan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada hari kelima siswa kelas XI dan XII mengikuti jalan sehat bersama seluruh warga sekolah yang dilanjutkan dengan acara penutupan FORTASI Tahun Pelajaran 2026/2027.


Kepala SMK Muhammadiyah Salatiga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, narasumber, serta berbagai instansi yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini, di antaranya Puskesmas Sidorejo, Polsek Sidorejo, Badan Kesbangpol, Yonif 411, serta Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Salatiga. Sinergi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Melalui pelaksanaan FORTASI 2026, SMK Muhammadiyah Salatiga berharap seluruh siswa semakin mengenal budaya sekolah, memiliki karakter Islami, disiplin, bertanggung jawab, berwawasan kebangsaan, serta siap mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing. Bekal yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, berakhlak mulia, serta siap berkarya di dunia usaha, dunia industri, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.







