Site icon SMK Muhammadiyah Salatiga

Cegah Bullying di Sekolah

Jum’at, 24/09/2021, SMK Muhammadiyah Salatiga menyelenggarakan Workshop tentang Pencegahan Perundungan dan Tindak Kekerasan di Sekolah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah (Pusat Keunggulan) Salatiga, Bapak Drs. Muhammad Busri, M. Pd. Dalam sambutannya disampaikan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema workshop, yaitu QS. Al-Hujurat Ayat 11.

“Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Sambutan Kepala Sekolah

Petugas pembaca tilawah yaitu Ananda Andriana Agustien, siswi kelas XII Tata Busana SMK Muhammadiyah Salatiga. Ayat motivasi yang dibacakan diambil dari Q.S. Ali Imran ayat 159.

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”

Materi disampaikan oleh Ria Susanty, S. Sos  yang merupakan fasilitator nasional program roots Indonesia dari Yayasan Setara Kota Semarang.

Ria Susanty, S. Sos, Yayasan Setara Kota Semarang.

Bullying (dikenal sebagai “penindasan/risak” dalam bahasa Indonesia) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain,bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Poin-Poin materi sesi pertama, meliputi :

•	4 Bentuk Bullying : Fisik, Relasional, Verbal, dan Cyber.
•	Macam-macam Bullying Relasional di lingkungan sekolah : Siswa-siswa, guru-siswa, siswa-guru, guru-karyawan, karyawan-guru, karyawan-karyawan.
•	Cara Menangani Bullying : Merespon, Meriset, Mencatat, Laporan, Kunjungi.
•	Alasan Terjadinya Bullying : balas dendam, tidak suka, becandaan, Rasa Kurang Percaya Diri & Mencari Perhatian
•	3 Teknik Mengurangi Bullying: Kendalikan Emosi, Berkomunikasi Secara Efektif (Tunjukkan Bahasa Tubuh), dan Berdiskusi.
•	8 Lingkaran yang terlibat dalam Bullying.

Materi sesi kedua tentang program Roots Indonesia. Program Roots merupakan program global pencegahan kekerasan di kalangan teman sebaya, yang berfokus pada upaya membangun iklim yang aman di sekolah. Program ini dijalankan dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Berpengaruh atau Agen Perubahan.

Waka Kurikulum dan Pemateri

Data nasional mengenai perundungan di sekolah dari Global School Health Survey (GSHS) pada tahun 2015 menyatakan bahwa lebih dari 21% anak-anak usia 13-15 tahun atau sama dengan 18 juta anak melaporkan mengalami perundungan dalam satu bulan terakhir. Perundungan dunia maya (cyberbullying) semakin meningkat sebagai masalah yang dihadapi anak, baik di rumah ataupun sekolah.

Perundungan bisa memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang bagi korban dan pelaku. Perilaku agresif di antara remaja, termasuk kekerasan dan perundungan, dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental sepanjang masa kehidupan, fungsi sosial dan hasil belajar yang buruk.

Kegunaan dari program serta kegiatan anti bully di sekolah antara lain:

1. Menanamkan pengertian bahwa rasa aman adalah hak dan milik semua orang
2. Menyadarkan semua orang di sekolah bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun tidak dapat diterima
3. Membekali siswa untuk membuat keputusan (ingat; kunci dari penyelesaian masalah bullying adalah pada pengungkapan kasus kepada orang yang lebih dewasa, berkompeten atau yang siswa kita percayai)
4. Membantu siswa membentuk lingkaran orang yang mereka percayai

Rencana kegiatan lanjutan setelah workshop ini adalah melakukan kegiatan roots di lingkunga sekolah. Kegiatan ini kolaborasi antara fasilitator guru pencegah perundungan dengan 30 agen perubahan (siswa) dan seluruh stakeholder yang ada di SMK Muhammadiyah (Pusat Keunggulan)  Salatiga.

Peserta guru perempuan
Peserta Guru Laki-Laki

Diharapkan  untuk selanjutnya seluruh warga sekolah dapat menerapkan dalam seluruh aspek kegiatan sekolah, sehingga dapat meminimalisir, mencegah tindak kekerasan, pelecehan verbal serta bebas dari bullying maupun tindak kekerasan dalam bentuk apapun.[]

Exit mobile version